Selamat Datang,

Terima kasih sudah berkunjung ke Jasa Cetak Brosur Sims Printing. Kami sudah berpengalaman dalam jasa pencetakan brosur maupun jasa pencetakan produk lainnya. Kami sudah berpengalaman mencetak brosur mulai dari jumlah ratusan hingga puluhan ribu bahkan ratusan ribu eksemplar.

Untuk Anda yang tak mau repot, kamilah solusinya ! Kami jasa pembuatan brosur yang bisa membantu anda dari sejak pembuatan desain brosur hingga cetak brosur jadi. Anda tinggal terima beres!

Sebagai jasa percetakan brosur, kami sudah melayani cetak brosur dari puluhan klien sejak tahun 2005 dari berbagai jenis usaha. Kami bisa melayani cetak brosur makanan, cetak brosur minuman, cetak brosur, rumah makan, cetak brosur perumahan, cetak brosur fashion, cetak brosur lembaga pendidikan, cetak brosur yayasan, dan lain sebagainya.

Rabu, 08 Oktober 2014

Bisnis Sambilan, Hasil Juga Sambilan

penulis : admin @simsprintingID

Sebagian orang mungkin mengajak kita berbisnis "sambilan". Baik kita dalam kondisi bekerja atau memang sudah memiliki bisnis sebelumnya. Alasan yang sering diungkapkan terhadap bisnis sambilan ini adalah untuk mencari tambahan, mengisi waktu atau sekedar iseng. Lalu apakah memang bisnis bisa dikerjakan secara sambilan?

Tergantung Visinya

Adanya istilah bisnis sambilan memang mengisyaratkan adanya "penomorduaan" pada bisnis yang akan dijalani. Jika memang visinya tidak cukup besar, maka jangan berharap bahwa bisnis itu akan besar. Jangan pernah tertipu dengan mereka yang mengatakan bahwa bisnis mereka awalnya "iseng", lalu tiba-tiba booming. Itu ada beberapa kemungkinan, memang awalnya iseng, lalu ketika melihat potensinya, pebisnis itu berubah jadi serius. Bisa juga iseng dan "tidak sengaja" menemukan momentum hingga jadi besar, tetapi pondasinya lemah sehingga di masa depan bisa roboh. Atau memang awalnya iseng, tetapi dia terus belajar dan akhirny mengubah visinya menjadi sesuatu yang besar. Besaran bisnis kita pada akhirnya memang tergantung seberapa besar visi kita akan bisnis itu. Memang terdengar normatif, tetapi memang banyak orang sudah membuktikannya.

 harga jasa cetak brosur


Sesuatu yang Besar Membutuhkan Proses yang Besar

Ketika kita memimpikan bisnis kita menjadi besar, maka itu hanya akan jadi mimpi jika kita tak mengiringi dengan proses yang besar pula. Ketika anda meniatkan "sambilan", sehingga anda juga memberikan waktu sisa, tenaga sisa dan pikiran sisa, maka wajarlah jika hasilnya nanti juga "sambilan" dalam arti tidak pernah maksimal.

Fokus Itu Penting

Dalam bisnis, fokus itu penting. Sebab dengan fokus itu, maka seluruh sumber daya anda akan tertuju pada satu hal saja. Hal ini membuat sesuatu yang difokuskan itu menjadi maksimal dan akan mungkin memberikan hasil yang besar. Ketika kita fokus pada satu bisnis, kita akan serius dan fokus mengerjakannya, mencari solusi atas masalahnya, berjibaku dengan prosesnya hingga akhirnya mendapatkan hasil sesuai dengan yang kita harapkan.

harga jasa cetak brosur jakarta


Hati-hati Kontra Produktif

Bisnis sambilan kadang menyisakan bahaya laten, yaitu kontra produktif. Maksud hati mendapatkan tambahan penghasilan, tetapi malah justru anda disibukkan dengan bisnis itu dan membuat bisnis utama anda atau pekerjaan anda terbengkalai. Akhirnya dua-duanya hancur bersamaan. Bisnis utama jadi menurun, bisnis sambilan juga anjlok. Sebaiknya ukur diri dulu sebelum melakukan bisnis sambilan. Hitung juga potensinya baik-baik, jangan sampai terjadi hasil sebaliknya.

Walau begitu, bisnis sambilan bukanlah sesuatu yang "haram" untuk dilakukan. Banyak juga yang akhirnya berhasil walau dengan banyak catatan. Sebelum anda melakukanya, sebaiknya pertimbangkan dulu beberapa catatan di atas.

Butuh JASA CETAK BROSUR profesional ? Silahkan hubungi : Telepon :  021-855-410-95, SMS/ WA :  08788-66-72400. Atau klik pada kotak di bawah ini :


harga jasa cetak brosur

Anda Pebisnis, Bukan Selebritis

Penulis : admin @simsprintingID

Sebagian pebisnis mulai kehilangan fokus. Setelah berbisnis selama 1 atau 2 tahun. Usahanya kian pesat saja perkembangannya. Ia mulai menjadi perhatian banyak orang. Semua terkagum-kagum akan kecepatan perkembangan bisnisnya. Akhirnya, perlahan-lahan ia mulai diundang sana-sini untuk menjadi pembicara, untuk sharing "rahasia kesuksesannya". Ia menjadi begitu sibuk dari satu seminar ke seminar lain. Dari satu wawancara media ke wawancara lainnya. Ia sudah menjadi "selebritis". Namanya dibicarakan banyak orang, follower twitternya terus saja bertambah. Akun facebooknya sudah tak bisa menampung jumlah teman yang maksimal 5000 itu. Sampai dia harus buat fans page khusus.

Kesibukannya mulai berubah, dari mengurus bisnisnya menjadi menyiapkan presentasi. Dulu bisa jadi tak terbersit keinginan untuk menjadi pembicara profesional. Tetapi berhubung "tuntutan" kini profesi itu dijalaninya. Dia pun memiliki "pembenaran". Katanya, seorang pebisnis harus dikenal orang lain. Tidak peduli berapa banyak kita kenal orang, yang lebih penting berapa banyak orang mengenal kita.

Beragam tips bisnis ia berikan kepada banyak orang. Dan tanpa dia sadari, bisnisnya perlahan-lahan mulai menunjukkan penurunan. Lalu dia mulai berdalih, bisa jadi promosinya perlu ditingkatkan. Akhirnya, ia justru memperbanyak frekuensi "tampil" di depan publik, tanpa sadar bahwa "penyakitnya" bukan itu. Ia memberi motivasi banyak orang, padahal karyawannya sedang mengalami demotivasi. Ia terus saja menginspirasi banyak orang, padahal di internal perusahaannya sedang butuh inspirasi.

 harga jasa cetak brosur


Bangunlah Corporate Brand, Bukan Cuma Personal Brand

Kesuksesan kadang memang membuat orang lupa. Bahwa segala sesuatu yang besar selalu membutuhkan proses dan waktu untuk mencapainya. Si pebisnis itu mungkin belum sadar, di tengah "keterkenalan"-nya, dia lupa membangun pondasi bisnis yang kuat. Dia juga mungkin belum sadar, bahwa bisa jadi pebisnis itu berbeda dengan pembicara atau selebritis. Kecuali bagi mereka yang memang menjadi pembicara adalah bisnisnya.

Pebisnis seharusnya sadar, bahwa tampil di depan publik dan membangun personal brand itu bisa jadi penting. Namun tak kalah pentingnya membangun corporate brand. Ia juga seharusnya membangun pondasi perusahaan yang kuat, seperti sistem, budaya perusahaan dan sumber daya manusia yang kuat. Semua pondasi bisnis ini tidak bisa dihasilkan dalam waktu yang singkat.

Seringkali, semua pondasi bisnis itu terbentuk dalam waktu yang lebih lama dari yang kita inginkan. Namun memang pondasi itu ada untuk memperkuat bisnis kita sehingga tak mudah goyah atau bahkan jatuh. Pebisnis seharusnya bukanlah seorang single player, ia haruslah tim player. Ia harus bisa membangun tim yang kuat, bukan cuma citra yang kuat di luar.

harga jasa cetak brosur jakarta


Periode Kematangan Sebuah Bisnis

Bisa jadi seorang pebisnis "keluar" seperlunya di hadapan publik. Tetapi memastikan semuanya berjalan dengan baik menjadi tugas primernya. Sebab mengurus bisnis seringkali seperti mengurus keluarga. Kita harus tekun dan "telaten" menjaganya. Kadang ia butuh perhatian dari sisi ini, kadang dari sisi satunya. Oleh karena itu, apalagi dalam masa pembentukan, konsentrasinya harus mayoritas tertuju pada pembangun pondasi utama bisnis ini.

Periode kematangan sebuah bisnis memang berbeda-beda. Namun sebagian orang membuat semacam ukuran tidak baku, bahwa bisnis yang bisa bertahan lebih dari 10 tahun adalah bisnis yang sudah teruji kekokohannya. Walau sekali lagi ini tidak sepenuhnya matematis, tetapi bisa anda jadikan parameter sederhana tentang kekokohan perusahaan anda. Agar kita tidak terlena, ketika baru satu atau dua tahun membangun bisnis dan "merasa" sudah sukses dan bisa mengajari banyak orang. "hati-hati", sebab bisa jadi anda belum ketemu "badai besarnya".

Jadi daripada sibuk wira-wiri narsis, mendingan mengurus bisnis. Selamat berbisnis !

Butuh JASA CETAK BROSUR profesional? Silahkan hubungi : Telepon :  021-855-410-95, SMS/ WA :  08788-66-72400. Atau klik pada kotak di bawah ini.


harga jasa cetak brosur jakarta



Selasa, 07 Oktober 2014

Jangan Hanya Fokus Pada Omset, Fokuslah Juga Pada Profit

Penulis : admin @simsprintingID

"Omsetnya berapa sekarang?"


Mungkin pertanyaan di atas sering ditanyakan oleh rekan bisnis atau kolega kita ketika bertemu. Dan mungkin kita akan sangat bangga menyebutkan sebuah angka yang bisa jadi sangat spektakuler untuk didengar. Pertanyaan ini juga yang kadang ditanyakan wartawan misalnya, jika anda dijadikan profil atau nara sumber sebuah profit. Hal ini wajar, sebab tentu orang lain tidak enak menanyakan profit yang bisa jadi sudah agak "dalam". Atau ya memang tidak umum menanyakan hal detil seperti profit, karena dengan itu bisa jadi orang lain bisa "menakar" kekayaan kita.



Hati-hati Jebakan Omset "Besar"

Omset besar memang membanggakan jika disebutkan. Sebab dengan itu orang akan mempersepsikan betapa suksesnya diri kita dengan usaha yang kita bangun. Namun hati-hati dengan jebakan omset besar, sebab itu bukan berarti profit besar. Bahkan pada sebagian pengusaha belum bisa mendeteksi dengan benar, mengapa dengan omset yang besar, mereka masih saja mengalami kerugian.

Hal ini tentu bisa jadi "malapetaka" apalagi jika gaya hidup kita sudah terlanjur menyesuaikan dengan omset tersebut namun ternyata kenyataan tak seindah dari yang sepertinya. Omset besar belum menjamin bahwa perusahaan itu dalam keadaan sehat. Sebab omset besar bisa didapatkan dengan banyak strategi, misal dengan price reduction, diskon, buy 1 get 2, dan masih banyak lagi. Hal ini bisa melesatkan omset dalam waktu singkat namun menggerus margin denan cukup signifikan.

Bahkan beberapa strategi penjualan yang tidak tepat untuk menggenjot penjualan tadi terkadang malah membahayakan branding dan positioning dari produk itu sendiri. Strategi diskon yang tidak tepat misalnya, bisa menimbulkan persepsi "murahan" pada produk/jasa kita. Maka dari itu, hanya mengandalkan parameter keberhasilan pada omset adalah tidak tepat.

 harga jasa cetak brosur jakarta


Tingkatkan Profit dengan Efisiensi

Ada seorang pengusaha yang sekali order bisa mendapat nilai hingga Rp. 100.000.000,-, tetapi margin yang ia dapat mungkin cuma 10-15 juta. Hal ini tentu bukan hal yang baik, apalagi bisnis dia penuh resiko + pembayarannya tempo. Ada juga sebuah bisnis jasa yang nilainya milyaran, namun fee untuk mereka hanya dikisaan 2-5%.  Sekilah yang didapat cukup besar, namun menginat modal awal yang harus dikeluarkan dan pembayaran yang tidak bisa langsung, ini tentu tidak "seksi" lagi.

Oleh karena itu sebagai pengusaha, kita harus bisa meningkatkan profit. Sebab disitulah sebenarnya roda perusahaan berjalan. Omset yang besar belum jaminan sehatnya perusahaan. Dan salah satu effort untuk meningkatkan profit adalah dengan cost reduction. Kita harus bisa mencari celah, mencari supplier dengan harga lebih murah (tapi kualitas tak berkurang), mencari mitra baru, negosiasi term of payment ke supplier, hingga pengurangan pos-pos anggaran yang sebenarnya tidak perlu.

Pengusaha yang baik harus bisa memperbesar profit. Sebab dengannya perusahaan bisa dikembangkan. Profit itu yang selanjutnya bisa digunakan perusahaan secara riil untuk memperbesar skala perusahaan. Sebagian pengusaha yang tertipu dengan omset seringkali menggunakan budget yang seharusnya untuk keperluan lain untuk keperluan konsumtif. Hal ini sangat berbahaya bagi sustainabilitas bisnis. Misalnya, uang itu seharusnya untuk pembayaran supplier, tetapi ia pakai untuk pembayaran cost lain, maka jika beban itu terus menumpuk, akan berbahaya bagi posisi keuangan perusahaan.

 harga jasa cetak brosur jakarta


Kas adalah Rajanya

Walaupun profit adalah orientasi, namun tetap cash is the real king. Profit besar bisa jadi baru ada di pembukuan perusahaan. Bisa jadi sebagiannya masih "ada di luar" dalam bentuk piutang. Bisa jadi ia berbentuk piutang klien, piutang dari distributor, dan masih banyak lainnya. Ingat, bahwa uang itu belum semua masuk ke kas perusahaan, dan segala masalah bisa saja terjadi, mulai dari kredit macet, mundurnya pembayaran dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, "perjuangan belum selesai", kita masih harus "menarik" semua uang itu ke kas perusahaan, sehingga itu menjadi riil milik kita. Membanggakan profit yang belum riil sama berbahayanya dengan membanggakan omset padahal profit kecil. Dari semua pelajaran ini, seorang pengusaha haruslah mau bertindak bijak. Tidak larut pada euphoria tertentu, bisa menakar diri dengan kondisi riil dan bisa menyiapkan langkah konkrit demi perkembangan perusahaan.


Butuh JASA CETAK BROSUR Profesional? Silahkan hubungi : Telepon :  021-855-410-95, SMS/ WA :  08788-66-72400. Atau klik pada kotak di bawah ini :


 harga jasa cetak brosur jakarta





Jumat, 03 Oktober 2014

Perlukah Dukungan Keluarga dalam Bisnis?

Penulis : admin @simsprintingID


Ketidakpastian dalam Bisnis


Dunia bisnis adalah dunia yang penuh dengan dinamika. Kadang kita mendapatkan profit kadang juga mengalami kerugian. Tantangan bisnis semakin hari juga semakin besar. Tidak dapat dipungkiri, persaingan bisnis semakin ketat. Munculnya teknologi informasi yang membuat kita memiliki beragam channel untuk menjangkau konsumen ternyata tak banyak memberikan solusi, karena kompetitor pun bisa menggunakannya.

Bisnis itu penuh dengan ketidakpastian (uncertainty). Betapa pun kita sudah demikian sempurna menjalankan proses bisnis, sangat mungkin terjadi hasilnya sebaliknya. Bisa saja kita sudah mengikuti sebuah "resep sukses" seorang pengusaha (bahkan mereka yang bisnisnya sama dengan kita), tetapi ternyata hasilnya tidak sama. Bisa saja kita sudah memasang iklan dimana-mana, menyebarkan banyak brosur, ikut pameran, dan masih banyak lagi, tetapi tidak banyak konsumen yang mau membeli produk atau menggunakan jasa kita.

Tetapi kadang kita juga melihat, ada sebagian pebisnis lain yang usahanya tidak sekeras kita tetapi justru mendapatkan hasil yang jauh lebih besar. Oleh karena itu sebagian orang mengatakan bahwa bisnis itu lebih mirip seni daripada ilmu. Sebab sebuah rumus bisnis bisa memberikan hasil berbeda pada orang atau kondisi yang berbeda, walau bisa jadi bidangnya sama.

Peran Keluarga dalam Mendukung Bisnis

Seorang pengusaha yang sedang mengalami kegagalan bisa saja "down". Merasa bahwa semua sudah berakhir, tidak akan mungkin bangkit lagi dan sebagainya. Di sinilah keluarga memberi peran besar dalam mendukung pengusaha tersebut. Dukungan semangat hingga dukungan materi menjadi penguat si pengusaha itu untuk bangkit kembali.

Jika keluarga tidak mendukung, bahkan justru menyalahkan dan menjatuhkan mental si pengusaha, tentu akan menjadi momok bagi si pengusaha dan justru membuat mentalnya semakin jatuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengusaha untuk mendapatkan dukungan kekuarga sejak memulai usahanya, agar jika terjadi sesuatu dalam usahanya, semua pihak masih mendukungnya.

Dukungan Pasangan Hidup

Pasangan hidup adalah "inner circle" dalam kehidupan. Apalagi dalam bisnis, dukungan suami / istri menjadi sangat penting. Sebab mereka yang tahu seluk beluk perjuangan kita. Mereka juga yang ikut merasakan jika kita mengalami badai dalam bisnis. Dan mereka juga yang berhak mendapatkan kebahagiaan atas kesuksesan yang kita peroleh di kemudian hari.

Seorang pengusaha harus terus menerus melakukan visionisasi kepada pasangan hidupnya tentang cita-cita besar bisnis mereka. Ia harus terus memupuk mimpi besar di hadapan pasangannya, agar perjalanan bisnis yang panjang dan tidak selamanya menyenangkan itu terus mendapat dukungan mereka. Sebab dukungan mereka sangat penting bagi keberhasilan si pengusaha tersebut.

Perlu JASA CETAK BROSUR profesional? Silahkan hubungi : Telepon :  021-855-410-95, SMS/ WA :  08788-66-72400. Atau klik pada kotak berikut :

harga jasa cetak brosur

Tips Bisnis : "Manusiakan" Karyawan Anda

Penulis : admin twitter @simsprintingID


Salah satu kesalahan besar beberapa pengusaha adalah mereka tidak bisa "memanusiakan" karyawan mereka. Hal ini menyebabkan suasana kerja menjadi hambar dan tidak menyenangkan. Hal ini juga yang sering kali menyebabkan angka turn over sangat tinggi bagi sebagian bisnis. Padahal angka turn over yang tinggi bisa mengganggu sustainability bisnis. Jika karyawan sering berganti-ganti, maka ada banyak proses bisnis yang terganggu.

Berikut ini beberapa tips bisnis yang bisa diikuti agar anda bisa lebih "memanusiakan" karyawan anda:

Jadikan Karyawan Sebagai Mitra, Bukan Alat

Bagi mereka yang tidak bijak dalam berbisnis, mungkin hal ini aneh. Tetapi bagi anda yang ingin berbisnis jangka panjang dan memiliki tujuan besar yang ingin dicapai, ada baiknya value ini anda miliki. Jadikan karyawan anda sebagai mitra menuju kesuksesan, bukan "alat" anda dalam mengejar kesuksesan anda sendiri.

Penuhi Hak-haknya

Penuhi hak-hak karyawan dengan baik, mulai dari gaji yang pantas dan sesuai dengan job descriptionnya, hak untuk cuti, tunjangan, bonus dan semua hak-hak yang membuatnya merasa lebih dihargai sebagai karyawan. Sebagian besar hak-hak ini sebenarnya sudah banyak diatur pemerintah, anda tinggal mengikuti saja aturan-aturan dasar ketenagakerjaan itu. Jika anda ingin lebih optimal, anda bisa memodifikasi dengan memberikan hal-hal lain di luar hak-hak dasar ini.

Berikan Apresiasi

Gaji memang penting. Tetapi bukan satu-satunya. Sebagian karyawan betah bekerja di suatu tempat karena mereka merasa dihargai. Berikan apresiasi jika mereka berhasil. Puji mereka jika mencapai target. Hargai pendapat yang mereka berikan untuk kemajuan perusahaan. Dengan melakukan semua ini, sebenarnya anda sudah memanusiakan mereka. Bahkan kadang, hal-hal ini jauh lebih membuat mereka bertahan daripada sekedar gaji.

Berbicara Di luar Konteks Pekerjaan

Membicarakan omset, profit, klien, konsumen, sistem, dll bisa jadi penting untuk kemajuan perusahaan. Tetapi hanya mengisi pembicaraan dengan karyawan seputar hal-hal tersebut pasti akan membosankan. Sesekali anda harus bertanya soal keluarga mereka, tempat yang suka mereka kunjungi, makanan favorit hingga cita-cita besar mereka. Perbanyak hal-hal informal ini agar hubungan anda dengan karyawan semakin dekat.

Refreshing Bersama

Milikilah waktu untuk refreshing bersama. Mungkin setiap bulan anda ada agenda makan siang bersama. Dua bulan sekali ada jalan-jalan bersama atau 6 bulan sekali ada family gathering. Masih banyak lagi pilihan-pilihan kegiatan untuk refreshing bersama. Jangan dianggap agenda ini sebagai "buang-buang uang dan waktu" ya. Sebab manusia memang butuh "jeda", butuh istirahat, butuh perbaikan kualitas hubungan. Refreshing bersama ini bisa menjadi media untuk memperkuat kesolidan tim, menambah semangat kerja dan memunculkan ide-ide yang cemerlang.

Kadang, mereka mendapat tawaran kerja yang lebih menggiurkan di tempat lain. Tetapi karena hubungan emosional dan kenyamanan mereka ketika bekerja di tempat anda sudah sangat tinggi, bisa jadi mereka menolaknya. Hal ini penting, apalagi jika karyawan yang dimaksud adalah karyawan andalan, karyawan pada posisi kunci atau karyawan yang memiliki kapabilitas besar. Ingat, merekrut karyawan bukanlah hal yang mudah. Apalagi merekrut karyawan yang berkualitas. Jadi, mari "memanusiakan" karyawan kita.

Butuh JASA CETAK BROSUR profesional? Silahkan hubungi : Telepon :  021-855-410-95, SMS/ WA :  08788-66-72400 atau klik pada kotak di bawah ini :


 harga jasa cetak brosur

Miliki Hitungan Matematis, Jangan Asal Nekat

penulis : admin @simsprintingID

Beberapa orang mungkin "terdoktrin" dengan kata-kata "langsung action", "jngan kebanyakan perhitungan", dll. Namun sayangnya sebagian mereka menangkap esensi pesan itu dengan kurang tepat. Sebab bisa jadi pesan para motivator bisnis itu ditujukan kepada mereka yang sudah banyak melakukan perhitungan teknis dan matematis dengan sempurna, namun tidak juga kunjung action untuk segera membuka usaha.

Pesan itu tidak ditujukan kepada mereka yang masih "blank" sama sekali soal usaha yang akan digelutinya. Pesan itu juga tidak ditujukan kepada mereka yang begitu semangat untuk membuat usaha tanpa dibekali ilmu dan sedikit hitungan matematis. Pesan itu juga tidak ditujukan kepada mereka yang ingin "segera lepas" dari dunia karyawan dan ingin segera punya bisnis sendiri.



Hitungan Matematis Dasar adalah Syarat Sustainability Bisnis

Dalam memulai usaha, sangat direkomendasikan memiliki hitung-hitungan bisnis terlebih dahulu. Sangat disayangkan jika berbisnis hanya bermodal nekat saja tanpa perhitungan sama sekali. Sebagai pengusaha, setidaknya anda harus memiliki perhitungan dasar seperti, prediksi omset, rancangan bahan baku, prediksi biaya-biaya, prediksi profit dan masih banyak lagi.

Berdasarkan hitung-hitungan tersebut, ditambah dengan beberapa informasi soal peluang di bidang itu baru kita bisa memulai usaha. Mungkin yang dimaksud para motivator untuk langsung action adalah, jangan sampai anda terlalu terpaku pada hitung-hitungan iu. Atau bisa jadi hitung-hitungan bisnis sudah jelas, tetapi anda masih saja ragu. Memang ada saja calon pengusaha yang masih ketakutan dengan banyak resiko yang akan dihadapi ketika mereka terjun ke dunia bisnis, takut bangkrutlah, takut inilah takut itulah, dan masih banyak lagi.

Hitungan matematis ini juga adalah bekal bagi sustainability sebuah bisnis. Dengan berbagai hitungan atas beragam kondisi bisnis yang mungkin dihadapi, bisnis kita akan lebih sustain di masa depan. Persiapan dasar ini menjadi penguat anda ketika menghadapi kondisi yang bisa jadi tidak diinginkan, sehingga kita tak mengalami kejatuhan yang parah yang mendomotivasi diri anda di bisnis ini.

Ayo Action !

Nah, ketika semua hitungan bisnis sudah lengkap, bisa jadi ini waktunya bagi anda untuk action. Anda sudah punya prediksi omset, cost, profit, skenario A, B, C, dst. Maka saat ini gunakan intisi anda untuk segera mulai usaha. Toh, ikhtiar anda sudah cukup baik dengan memiliki hitung-hitungan matematis. Kalau nant di lapangan tak seindah yang dibayangkan, itu takdir namanya hehehe... Tetapi ikhtiar kemanusiaan kita kan sudah baik. Jadi, tunggu apa lagi, ayo action !


Butuh JASA CETAK BROSUR Profesional? Silahkan Hubungi : Telepon :  021-855-410-95, SMS/ WA :  08788-66-72400. Atau klik pada kotak di bawah :



 jasa cetak brosur